Seorang perempuan mengejutkan warga kota Fuzhou, provinsi Fujian China, karena dia menyeret kekasihnya layaknya seekor anjing menyusuri jalanan kota itu.
Perempuan berpakaian biru dan mengenakan sepatu "high heel" itu mengalungkan tali anjing kepada kekasihnya dan menyeretnya seperti binatang peliharaannya, lalu meneriaki seorang pria seperti layaknya memanggil seekor anjing.
Aksi ini tentu saja membuat warga dan pengguna jalan raya di sore hari yang sibuk itu terpana. Apalagi pria yang mengenakan kaus hitam dan celana jins itu dengan patuh bersikap seperti layaknya seekor anjing.
Banyak warga yang belum pernah menyaksikan pemandangan aneh itu mengabadikan peristiwa langka tersebut dengan menggunakan telepon genggam mereka.
Menurut sejumlah saksi mata, perempuan itu beberapa kali berhenti untuk mengelus kepala pria tersebut sambil mengatakan kepada orang-orang bahwa yang dibawa adalah anjing peliharaannya.
Peristiwa ini membuat lalu lintas di salah satu sudut kota Fuzhou tersendat. Akibatnya, polisi datang ke lokasi tersebut dan meminta pasangan "aneh" itu untuk berhenti melakukan kegiatan tersebut.
Mendapat perintah polisi, perempuan itu langsung melepaskan ikatan di leher kekasihnya dan pasangan tersebut langsung pergi dan menghilang di sebuah pusat perbelanjaan.
chh1122
2:30:00 AM
New Google SEO
Bandung, Indonesia
Wanita Ini Memperlakukan Kekasihnya Seperti Anjing
Posted by Berita Aktual Indonesia on Tuesday, September 13, 2016
Kantor KBRI Berlin, Jerman sempat terbakar pada hari Sabtu kemarin. Beruntungnya tidak ada korban jiwa dalam peristiwa kebakaran ini.
Kejadian tersebut terjadi di kantor KBRI Berlin yang terletak di Lehrter Strasse 16-17 10557, Berlin, Jerman pada pukul 15.30, Sabtu (10/9) waktu setempat.
Beruntung, karena respons yang cepat dari para petugas pemadam kebakaran, kebakaran tersebut tidak sampai merembet ke bagian gedung lainnya. Api dapat dipadamkan setengah jam kemudian.
"Penyebab kebakaran masih dalam investigasi pihak kepolisian dan pemadam kebakaran, namun indikasi saat ini sumber api berasal dari dapur lantai 2," demikian pernyataan resmi KBRI Berlin.
Api hanya sempat membakar bagian dapur lantai 2 tepatnya pada sisi belakang gedung. Dipastikan tidak ada korban jiwa maupun luka pada peristiwa ini.
"Lokasi kebakaran telah ditinjau langsung oleh Dubes Fauzi Bowo dan telah dilakukan langkah pengamanan serta tindak lanjut dengan kepolisian dan orotias pemadam kebakaran setempat," tutup pihak KBRI Berlin.
chh1122
3:35:00 AM
New Google SEO
Bandung, IndonesiaDewan Perwakilan Rakyat (DPR) menggelar rapat paripurna ke VI masa sidang I tahun sidang 2016-2017. Agendanya, laporan Komisi I DPR terhadap hasil uji kepatutan dan kelayakan calon Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Komjen Budi Gunawan, dan dilanjutkan dengan pengambilan keputusan.
Ketua Komisi I DPR Abdul Kharis Almasyhari sendiri yang membacakan hasil uji kepatutan dan kelayakan Budi Gunawan. Wakil kapolri itu telah mengikuti tes tersebut pada hari Rabu 7 September 2016 kemarin.
"Komisi I DPR telah mengambil keputusan bahwa Komjen Pol Budi Gunawan layak dan patut menjadi calon Kepala Badan Intelijen Negara," ujar Kharis di ruang rapat paripuna DPR, Senayan, Jakarta.
Usai membacakan hasil keputusan Komisi I DPR, Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan selaku pimpinan rapat paripurna meminta persetujuan seluruh anggota DPR.
"Apakah semuanya setuju?" tanya Taufik yang langsung dijawab setuju oleh seluruh anggota DPR.
Setelah diberikan persetujuan, Budi Gunawan yang akrab disapa BG itu langsung memberikan salam hormat kepada seluruh anggota DPR. Tak luput, salam hormat tersebut mendapat apresiasi dari anggota dewan yang hadir dalam rapat paripurna. chh1122 5:08:00 AM New Google SEO Bandung, Indonesia
DPR Telah Menyetujui Budi Gunawan Menjadi Kepala BIN
Posted by Berita Aktual Indonesia on Thursday, September 8, 2016
Tiga institusi negara melaporkan Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) Haris Azhar ke Bareskrim. Haris menyatakan siap mempertanggungjawabkan tulisannya mengenai curhatan terpidana mati Freddy Budiman.
Wakil Koordinator Bidang Advokasi Kontras, Yati Andriyani, mengungkap hal tersebut.
"Tentu kami akan ikuti prosesnya. Kalau disebut sebagai bagian dari proses hukum tentu kami akan ikuti. Bang Haris kemarin juga bilang siap untuk bertanggung jawab," kata Yati di kantor Kontras, Jakarta, Rabu (3/8/2016).
Namun dia mengatakan, Kontras belum menerima panggilan resmi dari Bareskrim Polri untuk Haris.
"Sampai saat ini bang Haris atau Kontras belum mendapatkan surat pemanggilan, baik sebagai saksi atau kapasitas sebagai tersangka," ungkap Yati.
Menurutnya, laporan yang dibuat tiga institusi negara itu terlalu tergesa-gesa. TNI, Polri, dan BNN tidak memikirkan esensi utama dari pengungkapan testimoni terpidana mati Freddy Budiman tersebut.
"Terlalu buru-buru untuk melakukan sikap hukum semacam ini," ujar Yati.
Sebelumnya, Haris Azhar mengunggah sebuah tulisan yang berjudul 'Cerita Busuk dari seorang Bandit: Kesaksian bertemu Freddy Budiman di Lapas Nusa Kambangan (2014)' ke media sosial . Tulisan itu berisi curhatan Freddy.
Kepada Haris, Freddy mengaku telah memberikan uang ratusan miliar rupiah kepada penegak hukum di Indonesia untuk melancarkan bisnis haramnya di Tanah Air.
Selasa 2 Agustus 2016 malam, Polri, TNI, dan BNN melaporkan Haris Azhar ke Bareskrim Polri. Pada laporan tersebut, Haris Azhar dilaporkan dengan pasal penistaan, fitnah dan pencemaran baik dalam KUHP serta pasal dalam UU Informasi Transaksi Elektronik (ITE).
"(Dugaan) fitnah dan pencemaran nama baik. Iya sama (ITE)," ujar Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Kombes Martinus Sitompul.
chh1122
1:38:00 AM
New Google SEO
Bandung, Indonesia
Haris Azhar Kotras Siap Diperiksa Tentang Pengakuan Freddy Budiman
Posted by Berita Aktual Indonesia on Wednesday, August 3, 2016
Seekor macan tutul masuk ke ruangan kamar sebuah hotel di India utara sehingga mengejutkan penghuninya, begitulah laporan media lokal setempat.
Kantor media PTI mengatakan Sumit Rathore dan istrinya, Shivani, sedang tertidur ketika macan tutul tersebut mendobrak jendela dan masuk ke dalam ruangan kamarnya.
Pasangan ini akhirnya berhasil mengunci hewan itu di kamar mandi dan segera meminta bantuan dengan membunyikan alarm.
Para pejabat setempat meyakini bahwa macan tutul kabur ke dalam hotel karena dikejar oleh seekor anjing.
Belakangan macan tutul itu berhasil kabur dari ruangan hotel itu dan lari ke dalam hutan.
Hotel itu berada di kota Nainital yang konturnya berbukit-bukit dan dikelilingi hutan. Masyarakat sering kali melihat binatang buas turun ke kota itu terutama pada malam hari.
Sepekan sebelumnya, seekor beruang hitam Himalaya memecahkan kaca jendela kamar sebuah hotel di kawasan yang sama.
chh1122
5:04:00 AM
New Google SEO
Bandung, Indonesia
Seekor Macan Tutul Masuk Kedalam Kamar Hotel di India
Posted by Berita Aktual Indonesia on Tuesday, August 2, 2016
Tim pengawas tentang kasus vaksin palsu telah resmi dibentuk Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Tim yang beranggotakan 25 orang itu resmi dibentuk pada hari Kamis 28 Juli 2016 dalam sidang paripurna penutupan masa sidang V.
Ketua DPR Ade Komaruddin mengungkapkan tim yang melibatkan lintas komisi ini bertugas mengawasi penuntasan masalah peredaran vaksin palsu.
"Kita ingin agar vaksin dan obat jangan dianggap sebagai hal yang enteng. Ini masalah yang berat, ini menyangkut masalah generasi penerus," ungkap pria yang karib disapa Akom ini di Kompleks Parlemen Senayan Jakarta, Kamis 28 Juli 2016.
Tim ini dibentuk karena pentingnya vaksin ini karena menyangkut masa depan anak bangsa.
"Kalau vaksin dan obatnya dipalsukan kita terus terang saja khawatir generasi penerus bangsa akan mempunyai masalah kesehatan," ujar Akom.
Dalam rapat paripurna itu, Wakil Ketua DPR Agus Hermanto sebagai pimpinan rapat menyampaikan nama-nama anggota dewan yang terlibat. Agus pun meminta persetujuan para anggota DPR untuk disetujui, agar Tim Pengawas DPR tentang Vaksin Palsu dapat langsung bekerja.
"Apakah setuju dengan nama-nama ini untuk menjadi Tim Pengawas Vaksin Palsu?," ucap Agus. Para anggota dewan pun serentak menjawab setuju.
Berikut nama-nama Tim Pengawas Vaksin Palsu:
- Abidin Fikri
- Alex Indra Lukman
- Imam Suroso
- Ketut Sustiawan
- Eddy Kusuma Wijaya
- Syamsul Bachri
- Charkes J. Mesang
- Dewi Asmara
- Andi Fauziah Pujiwatie Hatta
- Putih Sari
- Suir Syam
- Pius Lustilanang
- Dede Yusuf M. Effendi
- Verna Gladies Merry Inkriwang
- Ayub Khan
- Saleh Partaonan Daulay
- Hang Ali Saputra Syah Pahan
- Siti Masrifah
- Marwan Dasopang
- Ansory Siregar
- Adang Sudrajat
- Irgan Chairul Ahfiz
- Ermalena
- Irma Suryani
- Capt. Djoni Rolindrwan
Tim Pengawas Kasus Vaksin Palsu Sudah Resmi Dibentuk DPR
Posted by Berita Aktual Indonesia on Monday, August 1, 2016
Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto senang Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri hadir dalam penutupan Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) I tahun 2016. Dalam rapimnas ini Golkar mengumumkan akan dukungan dan mencalonkan Jokowi sebagai calon presiden pada 2019 mendatang.
Menurut Novanto, kehadiran Megawati ini membuktikan keharmonisan Golkar dan PDIP. Selain itu, juga mengisyaratkan bahwa kedua partai itu memiliki agenda politik ke depan. Terutama dalam menyongsong Pemilu 2019.
"Saya hormat dan memberi apresiasi. Kehadiran Bu Mega ini menunjukkan kebersamaan Golkar dengan PDIP. Dan kami berpikir bersama untuk agenda ke depan," ucap Novanto usai penutupan Rapimnas I tahun 2016 di Istora Senayan, Jakarta, Kamis, 28 Juli 2016.
Menurut Novanto, tak ada hal lain yang lebih penting dari kedatangan Megawati ini. Apalagi, di tengah spekulasi yang menyebut PDIP takut jika Jokowi direbut Golkar untuk Pemilu 2019 mendatang.
"Tidak ada. Ibu Mega bijaksana. Kita memikirkan untuk masa depan," kata Novanto.
Selain Megawati, hadir dalam Rapimnas I tahun 2016 ini Presiden Joko Widodo, Menko PMK Puan Maharani, Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, Menko Polhukam Wiranto, Menkumham Yasona H Laoly, Menko Perindustrian Airlangga Hartarto, Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, dan Sekjen PDIP Hasto Kristianto.
Lalu ada juga petinggi Golkar selain Novanto, di antaranya Ketua Dewan Kehormatan Partai Golkar BJ Habibie, Ketua Dewan Pakar Partai Golkar Agung Laksono, Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar Akbar Tandjung, Ketua Dewan Pembina Partai Golkar Aburizal Bakrie atau Ical.
Golkar dalam penutupan rapimnas ini secara resmi mendeklarasikan diri mendukung dan mencalonkan Jokowi sebagai capres pada 2019. Ada sejumlah alasan kenapa Golkar mendorong Jokowi maju di Pilpres 2019.
Di antaranya, karena kebijakan pemerintah sesuai dengan visi kesejahteraan Partai Golkar, yakni sama-sama memprioritaskan pembangunan ekonomi. Terutama di sektor infrastruktur. Kemudian, pemerintah di bawah kepimpinan Jokowi, Golkar menilai telah memiliki prestasi selama kurun dua tahun belakangan. Terakhir, Golkar memandang Jokowi sebagai sosok dengan popularitas paling tinggi dibandingkan dengan figur lainnya.
chh1122
2:53:00 AM
New Google SEO
Bandung, Indonesia
Megawati Datang Ke Rapimnas Tanda Golkar-PDIP Koalisi Di Pilpres 2019
Posted by Berita Aktual Indonesia on Sunday, July 31, 2016
Jenazah terpidana mati kasus narkoba Cajetan Uchena Onyeworo alias Seck Osmane asal Sinegal dibiarkan sendiri di rumah duka. Meski ada meja dan kursi, namun tak ada satupun anggota keluarga maupun rohaniawan yang menunggu peti tersebut.
Direktur rumah duka RS. Saint Carolus Rentje Langkun mengatakan, sejak pagi tadi hingga siang ini belum ada sanak keluarga maupun rohaniawan pendamping yang mendatangi jenazah warga negara asal Nigeria itu.
"Untuk hari ini saya belum lihat ada yang datang," kata Rentje di RS St.Carolus, Jakarta Pusat, Sabtu 30 Juli 2016.
Menurutnya, setelah jenazah tiba dari Nusakambangan kemarin siang, pihak keluarga ada yang sempat mendatangi peti jenazah Seck Osame. Namun sayangnya, Rentje tidak dapat memastikan siapa keluarga yang sempat mendatangi jenazah terpidana mati kasus narkoba itu.
"Kemarin memang ada yang datang (keluarga), tapi enggak sampai malam. Keluarga cuma datang sebentar," ujarnya.
Pantauan di lapangan jenazah Seck Osame berada di ruang jenazah Bernadet, RS. St. Carolust. Ruang jenazah dikunci rapat menggunakan sebuah gembok rantai.
Dalam ruang jenazah tampak sunyi dari berbagai aktivitas, tak seperti halnya ruang jenazah di sisi kanan maupun kirinya. Hanya tampak sebuah peti mati dengan cahaya dua buah lilin yang terletak di depan bagian tengah ruangan jenazah.
Seck Osmane adalah salah satu terpidana mati kasus narkoba asal Sinegal yang sudah dieksekusi mati oleh jaksa eksekutor pada hari Jumat 29 Juli 2016 dini hari lalu di Lapas Nusakambangan. Selain Osame ada tiga terpidana mati lainnya yang sudah menjalani eksekusi oleh jaksa eksekutor, mereka adalah Freddy Budiman (Warga Indonesia), Michael Titus (Nigeria) dan Humprey Ejike (Nigeria).
chh1122
1:58:00 AM
New Google SEO
Bandung, Indonesia
Jenazah Napi Narkoba WN Senegal Tak Ada Yang Menjenguk
Posted by Berita Aktual Indonesia on Saturday, July 30, 2016
Freddy Budiman pernah memberikan pengakuan kepada Haris Azhar yang juga Koordinator Komisi Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) pada tahun 2014 silam, Freddy bertemu dengan Haris di Lapas Nusakambangan. Menanggapi hal itu, Ketua Komisi III DPR RI, Bambang Soesatyo menegaskan bahwa Panitia Kerja Komisi III akan mendalami pengakuan tersebut.
"Panja Penegakan Hukum Komisi III DPR RI akan mendalami pengakuan Freddy Budiman tersebut sebagaimana yang ditulis oleh Haris," kata Bambang saat dihubungi, Jumat (29/7/2016).
Bambang menambahkan, Panja Penegakan Hukum Komisi III akan mendalami keberadaan pengacara dan kepala Lembaga Pemasyarakatan Nusakambangan.
"Termasuk kita akan tanyakan ke Mahkamah Agung soal pledoi Freddy," Bambang menambahkan.
Sementara itu, Bambang juga mendesak Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), Budi Waseso untuk berikan perhatian serius pada pengakuan yang menghebohkan itu.
"Apakah hanya karangan semata dari Haris atau tidak. Ini harus menjadi perhatian serius bagi Kepala BNN," ujar Bambang.
Sebelumnya, Freddy dipidana hukuman mati atas kepemilikan 1,4 juta butir ekstasi, mengaku harga per butir ekstasi dari pabrik di China Rp 5 ribu. Kemudian dia bekerja sama dengan oknum-oknum mulai dari perizinan masuk barang sampai penegak hukum. Mereka kerap menitip harga mulai dari Rp 10 ribu sampai Rp 20 ribu per butir.
"Freddy mengaku dia bisa menjual Rp 200 ribu per butir, dan dia tak masalah ketika oknum Bea Cukai, oknum polisi, dan oknum BNN ikut menitip harga per butirnya," ujar Haris saat dihubungi.
Tak hanya itu saja, ketika barang narkoba miliknya disita, Freddy mengaku barang itu malah ada yang dijual ke pasar narkoba oleh oknum penegak hukum. Dia juga menyetor miliaran rupiah ke oknum penegak hukum.
Freddy bahkan mengaku bisa bebas menyetir mobil berisi narkoba menggunakan kendaraan oknum perwira tinggi militer. Si jenderal itu, ujar Freddy, bahkan duduk menemani di sampingnya.
Haris juga menyinggung mengenai tekanan dari oknum penegak hukum ke Kalapas Batu Nusakambangan saat itu yang bernama Sitinjak. Haris menyebut Sitinjak ditekan agar mematikan kamera di kamar milik Freddy.
"Freddy Budiman sengaja ingin bertemu saya dan menceritakan ini ke publik," tutur Haris.
chh1122
4:43:00 AM
New Google SEO
Bandung, Indonesia
Pengakuan Freddy Budiman Ke Haris Azhar Akan Didalami Komisi III DPR
Posted by Berita Aktual Indonesia on Friday, July 29, 2016
Pilihan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) untuk maju di Pilgub DKI 2017 lewat jalur parpol disambut baik oleh Golkar. Ketua Umum Golkar Setya Novanto menyebut itu sesuai dengan rencana.
"Tentu sangat menggembirakan. Apa yang saya rencanakan bersama dengan tim Ahok yaitu juga dengan tim relawannya Ahok pada akhirnya betul-betul ingin sama parpol," kata Novanto di sela-sela Rapimnas Golkar di JCC, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (28/7/2016).
Novanto meyakinkan bahwa relawan-relawan di Teman Ahok pun akan dilibatkan dalam pemenangan. Usaha untuk memenangkan Ahok pun diyakini lebih mulus.
"Pada akhirnya ini akan memudahkan semua persoalan-persoalan karena kita akan mengajak kerja sama dengan tim relawan Teman Ahok untuk berjuang memenangkan Ahok di 2019 mendatang," ungkapnya.
Pilihan Ahok ini memunculkan kekecewaan di kalangan pendukung. Meski begitu, Novanto yakin suara Ahok tidak akan turun.
"Yakin. Tambah naik kok," ujar Novanto.
Ahok menyatakan maju lewat jalur parpol di acara halal bihalal Teman Ahok dengan tiga parpol pendukung yakni Golkar, NasDem, dan Hanura. Di acara itu Ahok menyatakan dirinya akhirnya memilih jalur parpol.
"Sudah, saya pakai parpol sajalah. Terimakasih," kata Ahok di pengunjung sambutannya dalam halal bihalal di Sekretariat Teman Ahok, Pejaten, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Rabu (27/7/2016).











